Sabtu, 17 November 2012

makalah tentang interaksi manusia sebagai makhluk sosial



MAKALAH
INTERAKSI MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL






Disusun oleh      :
Nama                  : Ika nurjanah
NPM                  : 53412577
Mata Kuliah       : Ilmu Sosial Dasar
Fakultas             : Teknologi Industri
Jurusan               : Teknik Informatika
 Kelas                 : 1IA10



KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat ALLAH SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Interaksi Manusia Sebagai Makhluk Sosial” tepat pada waktunya.
Makalah ini menjelaskan tentang apa itu manusia dan interaksi sosial. Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun pembaca. Selesainya penulisan makalah ini berkat bantuan dari berbagai pihak, yang telah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk kepada penulis. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penulisan makalah ini.  
Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu penulis berharap kritik dan saran dari para pembaca, guna menyempurnakan makalah ini.





Depok,      November  2012

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing serta manusia juga memiliki tujuan hidupnya masing - masing, dari kekurangan yang dimiliki tersebut manusia memiliki keterbatasan dalam mewujudkan tujuan hidupnya sehingga manusia membutuhkan bantuan orang lain atau dengan kata lain manusia sebagai makhluk sosial dan tanpa disadari setiap hari kita selalu membutuhkan bantuan orang lain dan kita dibutuhkan untuk membantu orang lain, dari situ  mengakibatkan adanya hubungan timbal balik yang disebut dengan interaksi. Interaksi sosial berlangsung dalam seluruh kehidupan dan sepanjang kehidupan manusia. Saat berada sendiri, sebenarnya proses interaksi sosial juga dapat terjadi. Hanya saja, interaksi tersebut melalui perantaraan media. Waktu kamu membaca komik, menonton TV, atau belajar sendiri di rumah, kamu menggunakan media komunikasi yang dibuat oleh orang lain agar dapat berinteraksi secara tidak langsung dengan dirimu.  
1.2 Rumusan Masalah
   1. Apa definisi manusia?
      a. Apa pengertian makhluk sosial?
      b. Alasan apa saja yang menyebutkan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial?
   2. Apa definisi interaksi?
      a. Apa pengertian interaksi sosial?
      b. Apakah yang menyebabkan adanya interaksi  sosial?
   3. Bagaimana dampak manusia tanpa interaksi dan bagaimana cara untuk berinteraksi?
1.3 Tujuan
    Tujuan Makalah ini diantaranya sebagai berikut. Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Untuk mempelajari tentang manusia sebagai makhluk sosial, interaksi sosial, faktor terjadinya interaksi dan lain sebagainya.  Menumbuhkan kesadaran hidup bermasyarakat dan menerapkan nilai-nilai sosial haruslah ditanamkan sikap saling membantu, empati (peduli kesusahan orang lain), dan hal lainnya.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 DEFINISI MANUSIA
Berikut merupakan definisi dari manusia menurut para ahli :
Menurut Nicolaus. D dan A. Sudiarja Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang
Menurut Abineno.  J.manusia adalah “tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"
Menurut Upanisads manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik
Menurut Sokrates manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar
Menurut Kees Bertens manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan
Menurut I wayan Warta manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa
Menurut Omar Mohammad Al-Toumy Al Syaibany manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan
Erbe Sentanu mengemukakan bahwa manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain
Paula J.C dan Janet W. K berpendapat bahwa  manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan
Dapat disimpulkan bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki badan, akal, dan ruh, manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan

A. Pengertian makhluk sosial
Selain sebagai makhluk individu manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain. Berikut adalah pengertian makhluk sosial menurut para ahli:
Menurut Dr. Johannes Garang makhluk sosial adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri.
Nana Supriatna berpendapat bahwa makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial (social needs)
Menurut Waluyo akhluk sosial adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya, saling membutuhkan satu sama lain.
Menurut Aristoteles makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain
Menurut Momon Sudarma akhluk sosial merupakan makhluk yang dalam kesehariannya sangat membutuhkan peran makhluk yang lainnya.
Menurut Muhammad Zuhri makhluk sosial adalah makhluk yang tidak akan sanggup hidup sedniri, selalu bergantung pada orang lain dan apa yang dibutuhkannya dalam hidup juga dibutuhkan pula oleh orang lain
Menurut Deliarnov makhluk sosial adalah makhluk yang mustahil dapat hidup sendiri serta membutuhkan sesamanya dalam melakukan aktivitas sehari0hari
Menurut Liturgis makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama.
Dapat kita simpulkan bahwa pengertian dari makhluk sosial adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial, manusia membutuhkan manusia lain juga untuk berinteraksi.
B. Manusia dikatan sebagai makhluk sosial bukan tanpa alasan, dibawah ini beberapa alasan mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial :
1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

2.2 Definisi interaksi
Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi adalah proses di mana orang-orang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi daya pikiran dan tindakan. Interaksi adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Menurut Cooley konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini oleh Cooley diberi nama looking-glass self. Cooley berpendapat looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. Tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu.
Dalam berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan, "manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang.
A.Pengertian Interaksi Sosial
Berikut ini adala pengertian dan definisi interaksi sosial menurut para ahli:
Astrid S. Susanto, Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial. Hasil interaksi sangat ditentukan oleh nilai dan arti serta interpretasi yang diberikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi ini.
Menurut H. Booner dalam bukunya Social Psychology interaksi sosial bahwa: “Interaksi sosial adalah hubungan antar dua individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.”
Kimball Young & Raymond W. Mack, Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antar individu, antara individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya.

Soerjono Soekanto, Interaksi sosial merupakan dasar proses sosial yang terjadi karena adanya hubungan-hubungan sosial yang dinamis mencakup hubungan antarindividu, antarkelompok, atau antara individu dan kelompok
Menurut Gillin dan Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual, antar kelompok orang, dan orang perorangan dengan kelompok.
Maryati dan Suryawati (2003) Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok.
Murdiyatmoko & Handayani, Interaksi sosial adalh hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial.
Siagian (2004) Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung.
Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan timbal balik antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok dalam kehidupan sosial
A.Penyebab munculnya interaksi
Proses terjadinya interaksi sosial dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni interaksi sosial primer dan interaksi sosial sekunder. Saat membahas soal-soal yang sulit dengan teman di kelas, ketika bertanya pada sales counter di supermarket, dan saat membeli karcis di loket itu merupakan proses interaksi primer. Sebaliknya, jika mengirim SMS, membaca artikel di koran, atau mengirim e-mail merupakan proses interaksi sekunder. Jadi interaksi primer terjadi secara langsung (tatap-muka), sedangkan interaksi sekunder terjadi melalui perantaraan media. Penyebab munculnya interaksi sebagai  berikut.
1. Dorongan untuk makan.
2. Dorongan untuk mempertahankan diri.
3. Dorongan untuk melangsungkan jenis.
Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari:
1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah
pengetahuan.
2. penghematan tenaga dimana ini merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
1. Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
2. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
3. Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.
2.3 Dampak manusia tanpa interaksi dan cara untuk berinteraksi
Dampak manusia tanpa interaksi sebagai berikut.
1. Tidak ada perkembangan dan pemahaman trhdap yg di lakukannya.
2. Menyebabkan orang tersebut terkucilkan, melakukan beberapa penyimpangan sosial, dan proses sosialisasi orang tersebut akan terhambat.
3. Tidak punya teman.
4. Hdup sendiri.
5. Menyebkan apatisme.
Cara Agar Mudah Interaksi           
1. Bicara dengan jelas
Kemampuan berkomunikasi akan berdampak pada bagaimana orang-orang akan memperlakukan Anda. Mereka yang periang biasanya banyak teman, karena ia tahu bagaimana membangun pembicaraan.
2. Punya sesuatu untuk dikatakan
Jangan berpikir bahwa hanya karena Anda berbicara, orang lain pasti mendengarkan. Pastikan bahwa komentar Anda memang ada 'isinya'. Jangan cuma jadi 'ember bocor'.
3. Penuh pengertian
Setiap orang punya latar belakang yang berbeda. Jadi, pembicaraan awal biasanya tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai orang lain. Anda bisa saja tidak setuju dengan rekan kerja, tapi masih bisa bekerja sama secara produktif.
4. Pengaruhi orang lain
Dengan pendapat dan opini yang bermutu, Anda telah memberikan 'warna' dalam bersosialisasi. Hal ini akan mempengaruhi orang lain dan mereka akan menyukai Anda.
5. Selesaikan setiap masalah
Konflik tidak selalu jelek. Setiap argumentasi bisa dijadikan bahan untuk solusi. Kalau Anda bisa, lakukanlah.
6. Tetap berkepala dingin
Hati boleh panas, kepala harus tetap dingin, sudah biasa terdengar. Jadi, kalau Anda melihat ada orang yang memang senang cari gara-gara, mendingan jauhi saja dia.
7. Jangan takut untuk berubah
Ada orang yang begitu keras kepala sampai ia tak mau berubah meskipun perubahan itu baik. Jangan sampai begitu.
8. Tidak ada "saya" dalam tim
Banyak orang gemar membawa egonya dalam suatu team work. Semoga Anda bukan salah satunya. Jangan pernah lupa untuk memuji pekerjaan orang lain, mereka akan melakukan hal yang sama.
9. Berdirilah di tengah-tengah
Memang agak sulit, apa lagi kalau Anda terlibat langsung. Tapi, paling tidak, Anda punya pendapat yang jernih bila ada suatu konflik. Cobalah ambil jarak dulu, supaya Anda bisa menganalisis sesuatu dengan akurat.
10. Miliki rencana
Seperti apa pun dalam kehidupan, persiapkan diri Anda ketika akan bersosialisasi. Biarpun Anda spontan dan pandai beromongkosong, Anda harus punya patokan dalam proses berpikir ketika melakukan percakapan.

BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulannya yaitu  manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan.  Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa . Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Interaksi juga dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.

DAFTAR PUSTAKA
Http:// pengertian_definisi_manusia_menurut_para_ahli_info508.html
Http:// pengertian_definisi_mahluk_sosial_menurut_para_ahli_info960.html
Http:// pengertian_definisi_manusia_menurut_para_ahli_info508.html
Http://interaksi-manusia-sebagai-mahluk-sosial.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar